MENGAMBIL YANG HALAL DAN MENJAUHI YANG HARAM

Allah Berfirman:

 

يٲيها الذين ٲمنوا كلوا من طيبات ما رزقنا كم واشكروا الله ٳن كنتم إياه تعبدون

 

Hai orang-orang yang beriman, makanlah diantara rizki yang baik-baik yang kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu beribadah. (QS. Al-Baqoroh: 172)

 

Imam Ibnu Katsir berkata: “Allah memerintahkan kepada-Nya untuk makan dari yang baik-baik, dan bersyukurlah kepada-Nya, karena makan makanan yang halal adalah sebab terkabulnya do’a dan ibadah, begitu juga sebaliknya memakan yang haram adalah sebab tertolaknya do’a dan ibadah sebagaimana hadits yang diriwayatkan Imam Muslim”.

 

Kemudian Rasulullah menceritakan seseorang yang telah melakukan perjalanan jauh, berdebu, dan berambut kusut, menadahkan kedua tangannya ke langit, seraya berkata: “Wahai robbku … wahai robbku … padahal makannya haram, minumnya haram, pakaiannya haram, dan dikenyangkan dengan yang haram, lantas bagaimana mungkin do’anya dikabulkan?!”.

 

 

 

 

ETIKA MAKAN DAN MINUM

 

Tidak Menggunakan Bejana Dari Emas dan Perak

Hal ini berdasarkan hadits Hudzaifah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

 

لا تشربوا فى ٲنية الذهب والفضة ولا تأكلوا فى صحافهما

 

Janganlah kalian makan dan minum pada bejana-bejana yang terbuat dari emas dan perak! (HR. Bukhari, Muslim).

 

Haruskah Mencuci Tangan Sebelum Makan!

Berkata Imam Baihaqi: “Tidak ada hadits yang shohih tentang mencuci tangan sebelum makan!”.

 

Memang para ulama berselisih pendapat dalam masalah ini, namun yang rojih adalah bahwa mencuci tangan sebelum makan bukanlah perkara ibadah, karena tidak adanya hadits yang shohih dalam masalah ini, akan tetapi hal tersebut dianjurkan sekedar untuk menghilangkan kotoran yang melekat.

Adapun hadits yang berbunyi:

 

بركه الطعام الوضوء قبله وبعده

 

Berkahnya makan adalah dengan berwudhu sebelum dan sesudahnya.

 

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا كان جنبا وأراد أن يأكل أو ينام توضأ

وضوئه للصلاة

 

Adalah Rasulullah SAW apabila junub dan hendak makan atau tidur, beliau berwudhu seperti wudhunya sholat. (HR. Bukhari, Muslim).

 

Tidak Makan Sambil Bersandar atau Menelungkup

Hal ini berdasarkan hadits:

 

لا آكل وأنا متكئ

 

Tidaklah aku makan dengan bersandar. (HR. Bukhari, Tirmidzi, Abu Dawud)

 

Dibenci makan dengan bersandar merupakan pendapat mayoritas ‘ulama. Salah satu bentuk duduk yang disunnahkan adalah dengan menempelkan kedua pantat di atas telapak kaki kiri dengan menegakkan kaki kanan.

 

Adapun larangan makan dengan menelungkup berdasarkan hadits Ibnu Umar, Rasulullah SAW bersabda:

 

نهى رسول الله أن يأكل الرجل وهو منبطح على وجهه

 

Rasulullah SAW melarang seseorang makan sedang dia menelungkup diatas wajahnya. (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, Hakim).

 

Tasmiyyah Ketika Akan Makan dan Minum

Berdasarkan hadits Umar bin Abi Salamah ra., Rasulullah SAW bersabda:

 

يا غلام سم الله

 

Hai anak, bacalah bismillah!… (HR. Bukhari, Muslim).

 

Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata: “Maksud tasmiyyah ketika adalah membaca Bismillah. Rasulullah bersabda:

 

إذا أكل أحدكم فليذكر اسم الله فإن نسي أن يذكر اسم الله فى أوله فليقل بسم الله

فى أوله وآخره

 

Apabila salah seorang diantara kalian ingin makan maka hendaklah membaca Bismillah, dan apabila dia lupa pada awalnya maka hendaklah membaca: Bismillah fi awwalihi wa akhirihi (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya). (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ahmad).

 

Menggunakan Tangan Kanan

Berdasarkan hadits:

 

يا غلام سم الله و كل بيمنك

 

Wahai anak kecil bacalah Bismillah, dan makanlah dengan tangan kananmu!. (HR. Bukhari, Muslim).

 

Juga berdasarkan hadits:

 

أن رسول الله قال׃ إذا أكل أحد كم فليأكل بيمينه وإذا شرب فليشرب بيمينه فإن الشيطان يأكل بشماله ويشرب بشماله

 

Apabila salah seorang diantara kalian makan, maka hendaklah makan dengantangan kanannya, dan apabila minum maka minumlah dengan tangan kanannya, karena sesungguhnya setan makan dan minum dengan tangan kirinya. (HR. Muslim, Tirmidzi, Abu Dawud).

 

Mendahulukan Makan Daripada Sholat

Sholat adalah ibadah yang agung, karena itu sudah semestinya kekhusu’an kita hadirkan. Dalam masalah ini apabila sholat telah ditegakkan sedangkan makanan telah dihidangkan, maka selayaknya makan didahulukan, berdasarkan hadits:

 

عن عائشة عن النبي صلى الله عليه وسلم قال׃ إذا وضع العشاء، وأقيمت

الصلاة فابدأوا بالعشاء

 

Dari A’isyah ra. bahwasanya Nabi SAW bersabda: Apabila makan malam telah dihidangkan, dan sholat telah ditegakkan maka dahulukanlah makan malam. (HR. Bukhari, Muslim)

 

Mengambil Yang Terdekat

Berdasarkan hadits:

 

وكل مما يليك

Dan makanlah dari yang terdekat. (HR. Buhari, Muslim)

 

Imam Ibnu Abdil Barr berkata: “Jika dalam meja hidangan terdapat beraneka ragam makanan, maka tidaklah mengapa mengambil yang jauh sesuai selaranya”. Adapun sabda Nabi “makanlah dari yang terdekat” maksudnya jika makanan tersebut hanya satu macam saja! Demikian penafsiran ahli ilmu. Wallahu a’lam.

 

Makan Dengan Tiga Jari

Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata: “Sunnahnya adalah makan dengan tiga jari, sekalipun lebih dari tiga jari diperbolehkan”.

 

Mengambil Makanan Yang Terjatuh

Berdasarkan hadits:

 

عن جابر قال׃ قال رسول الله׃ إذا وقعت لقمة أحد كم فليأخذ ها، فليمط ما كان بها من أذى وليأكلها، ولا يدعها للشيطان

 

Dari Jabir ra. bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: Apabila makanan salah seorang diantara kalian terjatuh, maka hendaklah ia mengambilnya kemudian bersihkanlah kotorannyanyang ada pada makanan tersebut lalu makanlah, dan jaganah ia meninggalkannya untuk setan. (HR. Muslim, Tirmidzi, Ibnu Majah).

 

Makan Dan Minum Dengan Berdiri?

Telah terjadi silang pendapat dikalangan ‘ulama tentang hukum minum dengan berdiri, karena jika ditilik dari dalil, nampaknya dalil-dalil ada yang bertentangan, ada yang membolehkan dan ada yang melarang.

 

عن أنس عن النبي أنه نهى أن يسرب الرجل قائما

 

Dari Anas ra. Dari Nabi SAW bahwasanya beliau melarang seseorang minum dengan berdiri. (HR. Muslim, Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah)

 

عن ابن عباس قال׃ سقيت رسول الله من زمزم، فسرب وهو قائم

 

Dari Ibnu Abbas ra. Dia berkata: Aku memberi minum Rasulullah SAW air zam-zam, maka beliau minum dengan berdiri. (HR. Bukhari, Muslim)

 

Pendapat yang kuat dalam masalah ini ialah dengan mengkompromikan dua dalil yang ada, kita tetapkan dalil yang melarang pada keadaannya (larangan), dan kita bawa dalil yang membolehkan pada keadaan terpaksa, semisal tempat yang sempit karena dzhohir nash menunjukkan hal itu.

 

Kesimpulannya, bahwa minum dengan berdiri dilarang! kecuali saat udzur atau terpaksa. Lalu bagaimana makan dengan berdiri?

 

عن أنس عن النبي أنه نهى أن يشرب الرجل قائما، قال قتادة׃ فقلن فالأكل،

قال׃ ذاك أشر وأخبث

 

Dari Anas ra., dari Nabi SAW bahwasanya beliau melarang seseorang minum dengan berdiri. Qotadah bertanya: “Bagaimana dengan makan?” Anas menjawab: “Hal itu lebih jelek dan lebi keji!”. (HR. Muslim, Tirmidzi)

 

Menghindari MakananYang Masi Panas

 

لا يؤكل طعام حتى يذهب بخاره

 

Dari Abu Hurairoh ra. dia berkata: Janganlah memakan makanan kecuali hingga hilang panasnya. (HR. Baihaqi).

 

Imam Ibnu Qoyyim berkata: “Termasuk petunjuk Nabi SAW bahwasanya beliau tidak makan makanan yang masih panas”.

 

Larangan Mencela Makanan

 

عن أبى هريرة قال׃ ما عاب رسول الله طعاما قط، كان إذا اشتهى شيئا أكله،

وإن كرهه تركه

 

Dari Abi Hurairah ra. dia berkata: “Tidaklah Rasulullah SAW mencela makanan, jika berselera beliau makan, jika tidak beliau tidak memakannya”. (HR. Bukhari, Muslim)

 

Makan Berjama’ah

Rasulullah bersabda:

 

فا جتمعوا على طعامكم واذكروا اسم الله عليه يبارك لكم فيه

 

Makanlah kalian dengan berjama’ah, kemudian bacalah Bismillah, niscaya keberkahan akan turun pada kalian”. (HR. Abu Dawud, Ahmad, Ibnu Majah)

 

Menjilati Tangan Setelah Makan

 

عن ابن عباس قال׃ قال رسول الله׃ إذا أكل أحدكم طعاما،

فلا يمسح أصابعه حتى يلعقها أويلعقها

Dari Ibnu ‘Abbas ra. bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Apabila salah seorang diantara kalian telah makan, maka janganlah ia membesihkan tangannya hingga ia menjilati atau dijilatkan”.

 

Syaikh Al-Albani berkata: “Dalam hadits ini terdapat adab yang bagus, yaitu menjilati tangan ketika selesai makan sekalipun hal ini dianggap aib dan menjijikkan oleh mayoritas orang dewasa ini karena terpengaruh oleh adat kafir barat. Maka selayaknya bagi seorang muslim untuk berhati-hati dalam mengikuti mereka.

 

Mencuci Tangan Setelah Makan

 

عن أبى هريرة أنه قال׃ قال رسول الله׃ من نام وفى يده غمر، ولم يغسله فأصابه شيء فلا يلومن إلانفسه

 

Dari Abu Hurairah ra., telah bersabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa yang tidur sedangkan ditangannya masih tertinggal sisa-sisa makanan dan tidak mencucinya, apabila tertimpa sesuatu, maka janganlah ia mencela kecuali dirinya sendiri. (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad)

 

Membaca “Hamdallah” Ketika Selesai Makan

Banyak do’a yang diajarkan nabi ketka selesai makan, diantaranya:

 

عن أبى أمامة أن النبي كان إذا رفع ما ئدته قال׃ الحمد لله كثيرا طيبا مباركا فيه غير مكفي ولامودع ولامستغنى عنه ربنا

 

Dari Abu Umamah ra., bahwasanya Nabi SAW apabila selesai makan beliau berdo’a, yang artinya: “Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak lagi baikdan penuh berkah didalamnya, bukan pujian yang tidak mencukupi dan tersia-sia dan tidak dibutuhkan, wahai Robb kami”. (HR. Bukhari, Abu Dawud, Tirmidzi)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s